Life Style

SEBAB SESEORANG KERASUKAN ATAU TERKENA SIHIR

Pertanyaan.
Terkadang seseorang terkena kerasukan jin, atau dadanya terasa sempit, ataupun terkena sihir. Lalu, apakah penyebabnya, dan bagaimana pengobatannya? Semoga Allâh membalas Anda Fadhilatasy- Syaikh dengan balasan yang terbaik.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjawab:
Biasanya, penyebab dari hal tersebut adalah lalai dari dzikrullah (mengingat Allâh), dan tidak memperhatikan perihal ketaatannya kepada-Nya dan juga wirid-wirid syar’i. Adapun bila seseorang biasa membaca wirid-wirid syar’i dan bacaan-bacaan yang mengandung permohonan perlindungan yang syar’i, dan ia juga istiqamah di atas ketaatan Allâh Azza wa Jalla , maka biasanya ia akan selamat dari hal-hal tersebut. Syaitan tidak punya kuasa untuk bisa menguasai dirinya. Namun bila ia bermaksiat dan lalai dari mengingat Allâh Azza wa Jalla , ia akan mudah terkena gangguan syaitan dan godaannya.

Adapun terapinya yaitu dengan memohon perlindungan kepada Allâh dari syaitan, bersungguh-sungguh dalam mentaati Allâh Subhanahu wa Ta’ala , dan memohon kepada-Nya agar diberi keselamatan serta memperbanyak memohon perlindungan kepada Allâh Azza wa Jalla dari gangguan syaitan yang terkutuk. Sampaipun saat seseorang merasa ada bisikan dan gangguan ketika shalat, ia pun meminta perlindungan kepada Allâh Azza wa Jalla dari gangguan syaitan dengan berucap: a’ûdzu billâhi minasy syaithânir rajîm; dan meniup dengan sedikit ludah (bila tidak mengganggu yang lain) ke arah kiri tiga kali. Dan gangguan pun akan hilang.

Yang kami maksudkan di sini adalah, bahwa terapi untuk bisikan dan gangguan yang menimpa seseorang yaitu dengan meminta perlindungan kepada Allâh dari syaitan yang terkutuk, juga bersungguh-sungguh dalam taat kepada Allâh dan Rasul-Nya, serta memperbanyak membaca al-Quran. Ini semua merupakan sebab-sebab yang mendatangkan keselamatan. Ada wirid-wirid yang diajarkan dalam syariat kita, di antaranya adalah dengan kontinyu membaca ayat Kursi ketika hendak tidur, juga setelah shalat seusai dzikir-dzikir syar’i setelah shalat. Di antaranya juga dengan membaca Surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nâs (mu’awwidzatain) setelah setiap shalat, dan mengulangnya tiga kali di pagi dan sore hari, dan juga membaca tiga surat tersebut saat hendak tidur; maka itu akan bisa menjaganya dari segala (gangguan). Di antaranya juga dengan membaca dua ayat terakhir dari Surat al-Baqarah hingga akhir ayat Surat. Beliau n bersabda:

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخر سُورَةِ البَقَرَةِ في لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah pada malam hari, maka itu akan mencukupinya. [1] artinya mencukupinya dari segala keburukan.

Di antara cara mengobatinya adalah dengan membaca:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allâh yang sempurna dari kejahatan yang Dia ciptakan.

Dzikir ini dibaca tiga kali.

Juga dengan membaca:

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ

Dengan menyebut nama Allâh yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatupun yang bisa membahayakan, baik di bumi maupun di langit; dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dzikir ini dibaca tiga kali.

Dan telah sah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bahwa barangsiapa yang mengucapkannya pada pagi hari, maka tak ada sesuatupun yang bisa membahayakannya,  hingga ia masuk petang hari. Dan barangsiapa yang mengucapkannya pada petang hari, maka tidak ada sesuatupun yang bisa membahayakannya sampai ia masuk waktu pagi.

Seseorang melakukan hal-hal tersebut, membaca doa-doa dan dzikir-dzikir yang diajarkan syariat ini; dan iapun akan mendapatkan kebaikan insya Allâh.

(Fatâwâ Nûr ‘Alâ ad-Darb Syaikh Bin Bâz 3/ 298)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun XXI/1438H/2017M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079] _______
Footnote
[1] HR. Al-Bukhâri dalam kitab al-Maghâzî bab syuhûd al-malâ’ikah badran no 4008, Muslim kitab Shalat al-Musâfirîn wa Qashriha, bab fadhl al-Fatihah wa Khawâtîm Surat al-Baqarah no 807.

Tags
Show More

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close