SEKOLAH TAHFIDZ

PROFIL

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

  1. PEMBUKAAN

Segala puji bagi Allah Subhana Wa Ta’ala yang telah mengangkat derajat Ahlul Qur’an di dunia dan akhirat, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi hambanya. Sholawat serta salam kepada nabi dan rasul allah subhanahu wata’ala Muhammad shollallahu alaihi wassalam, seluruh keluarganya, para sahabat dan paara pengikutnya hingga hari kiamat kelak.

Hifdzul Qur’an merupakan kebutuhan umat islam sepanjang zaman. Hal itu di karenakan Al-Qur’an adalah sumber refrensi utama dalam beraagama islam, baik dalam hal akidah, ibadah, maupun dalam bermuamalah. Sebuah keluaarga ataupun masyarakat tanpa Huffadz Al-Qur’an akan sepi dari suasana Al-Qur’an yang semarak, dan secara otomatis kegiatan-kegiatan yang menentang dan ingkar terhadap Al-Qur’an akan bermuculan di dalamnya . Hal ini, Allah Subahanahu wa ta’ala gambarkan dalam firmannya:

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا-ﱠ  الفرقان: ٣٠

Dan berkata rasulullah “ya rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-qur’an ini sesuatu yang di abaikan”. (Al-Furqon: 30)

Ayat di atas dengan jelas mengabarkan kepada kita tentang sebagian umat nabi muhammad shollallahu ‘alaihi wassalam yang tidak peduli terhadap Al-Qur’a, baik mempelajari, menghafal dan mengamalkannya. Berangkat dari ayat ini, kita memohon kepada Allah Subhanahu Wata’ala semoga kita termasuk ahlul qur’an dan tidak menjadi orang-orang yang mengabaikan al-qur’an baik membacanya, menghafalnya, mentadabburinya, mengajarnya dan mengamalnya. Dan semoga program tahfidz al-qur’an yang berada di bawah naungan yayasan dakwah islam cahaya ilmu ini istiqomah dan terus berkembang hingga bisa berkontribusi untuk masyarakat sekitar, Indonesia bahkan umat islam secara keseluruhan.

Cukup banyak ayat al-qur’an ataupun hadits rasulullah shollallahu alaihi wassalam yang mengungkapkan keutamaan-keutaman ahlul qur’an yang sangat memotivasi kita agar senantiasa membaca al-qur’an, menghafalkanya, mentadabburinya dan mengamalkannya, serta mengajarkannya. antara lain:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ﱠ البقرة: ١٨٥

“bulan ramadahan adalah bulan yang di dalamnya di turunkan al-qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara haq dan batil… (Al-Baqoroh:185)

Hifdzul qur’an merupakan upaya mengakrabkan orang-orang yang beriman dengan kitab sucinya, sehingga ia tidak buta terhadap isi yang ada di dalamnya. Kaum muslimin saat ini dalam kondisi awam terhadap kitab sucinya, terbukti dengan masih langkanya nilai-nilai al-qur’an yang membudaya dan menyatu dalam kehidupan mereka. Muslimat yang masih terbuka auratnya, jelas lebih banyak dari pada yang menutup auratnya. Ini hanya satu contoh dari sekian banyak ajaran al-qur’an yang belum di laksanakan oleh jutaan kaum muslimin, baik di negeri ini maupun di negeri-negeri muslim lainnya.

ولقد يسرنا القرآن للذكر فهل من مدكر (القمر:17, 22, 32, 40)

“Dan telah kami mudahkan al-qur’an untuk di ingat, maka adakah yang mau mengambil pelajaran (dari mudahnya al-qur’an di ingat). (Al-Qomar: 17,22,32.40).

Kegiatan menghafal al-qur’an adalah kegiatan yang di tegaskan mulia dan sangat mudah oleh allah subhanahu wata’ala, asalkan ada tekad yang kuat. Menghafal alqur’an bukan perkara bisa tidak bisa,mampu tidak mampu, pintar tidak pintar, cerdas tidak cerdas, Akan tetapi perkara kemauan yang kuat atau tidak ada kemauan. Jadi tidak ada istilah orang tidak bisa menjadi hafidz al-qur’an (penghafal al-qur’an).

Adapula hadits rasulullah صلى الله عليه وسلم Yang menerangkan keutamaan mepelajari al-qur’an (menghafal, memahami dll). Hadits yang di riwayatkan oleh seorang shabat yang mulia lagi gemar dalam menghafal hadits nabawi abu hurairoh r.a.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله عليه وسلم " ما اجمتمع
قوم في بيت من بيوت يتلون كتاب الله ويتدارسونه إلا نزلت عليهم السكينة
وغشيتهم الرحمة وحفتهم الملائكة وذكرهم الله فيمن عنده (رواه مسلم
والترميذي).
Dari abu hurairah r.a ia berkata, rasulullah saw bersabda: tidaklah suatu kaum atau seseorang yang berkumpul di rumah dari rumah-rumah allah swt untuk membaca dan mempelajari al-qur’an kecuali mereka akan memperoleh ketentraman, diliputi rahamat, dikitari oleh para malaikat, dan nama mereka di sebut-sebut oleh allah swt di kalangan para malaikat. (HR. Muslim dan Tirmizi).

Sekolah Tahfidz ibnu hajar adalah sekolah non formal berbasis al-qur’an yang mencetak para penghafal al qur’an sejak usia tingkat SD-SMP dengan kemampuan bacaan dan hafalan standar qori’ bersanad sampai rasulullah saw  Dan berada di bawah naungan yayasan dakwah islam cahaya ilmu (YDICI) Munjul, Cipayaung, Jakarta.

Sekolah tahfidz ibnu hajar didirikan pada bulan juli 2014 atas dasar pemikiran ketua dan pengurus yayasan dakwah islam cahaya ilmu (YDICI) yang ingin memberikan wadah bagi potensi generasi muslim dan anak-anak di sekitar jabodetabek dan sekitarnya dalam mempelajari al-qur’an khususnya dalam menghafal al-qur’an, menjaga, mengikuti generasi ulama salaf as-sholih yang sejak usia dini telah mampu menghafal al-qur’an serta mengamalkan isi kandungan-nya, sehingga di harapkan mampu membentuk mereka menjadi generasi muslim yang berkepribadian al-qur’an dalam ibadah maupun dalam bermuamalah sesama teman, orang tua, guru dan umumnya hamba allah swt.

Sekolah tahfidz ibnu hajar mulai membuka pendaftaran perdananya pada pertengahan bulan agustus 2014 dan mendapat sambutan dan antusias masyarakat yang tinggi, hal itu dilihat dari banyaknya orang tua yang menanyakan secara langsung maupun via handphone. Tercatat pendaftaran yang langsung menyerahkan formulir ke panitia mencapai delapan puluh lebih dan yang mengikuti test baik putra dan putri mencapai tujuh puluh lebih.

Sekolah tahfidz ibnu Hajar memulai  tahun ajaran baru  pada awal bulan september 2014  dan menerima peserta didik sebanyak tiga kelas atau tiga halaqoh dengan perincian; halaqoh putra SD (Sepuluh Peserta), Halaqoh Putra SMP ( Tujuh Peserta), Halaqoh Putri SD (Sepuluh Peserta).

Memasuki tahun ajaran kedua ini (tahun ajaran 2015/2016), alhamdulillah Allah subhanahu wata’ala masih memberikan nikmat berlangsung kegiatan KBM Tahfidz Ibnu Hajar dengan baik, tercatat jumlah siswa yang istiqomah mencapai 36 orang baik putra maupun putri serta SD-SMP (dan beberapa santri yang masuk di pertengahan ajaran 2015/2016) dengan pencapain hafalan walillahilham, 5 juz paling rendah dan tetinggi 14  juz memasuki 15 juz.

Menyiapkan serta membetuk generasi muda muslim qur’ani (generasi penghafal al-qur’an, paham al-al-qur’an, dan bermuamalah al-qur’an).

  • Mendidik peserta didik menjadi penghafal Al-Qur’an standar bacaan dan hafalan qori’ bersanad
  • Mengajarkan pokok dasar ilmu al-qur’an baik bacaan yang benar dan hafalan yang kuat.
  • Membekali murid dengan aqidah yang lurus, wawasan keislaman, dan akhlak karimah melalaui pendekataan Al-Qur’an
  1. Sekolah Tahfidz Ibnu Hajar didirikan untuk menjadi wadah bagi potensi remaja dan anak-anak jabodetabek dan sekitarnya dalam bidang al-qur’an khususnya dalam menghafal dan mejaga kitabullah.
  2. Mencetak alumni-alumni yang hafal al-qur’an minimal sepuluh juz dalama masa pendidikan, dan berusaha mengalumnikan penghafalkan al-qur’an 30 juz.
  • Meningkatkan minat masyarakat terhadap al-qur’an.
  1. Memasyarkatkan al-qur’an di sanubari kaum muslimin dan lingkungan masyarakat.
  2. Menghindarkan para remaja dan anak-anak dari keburukan dan penyimpangan prilaku dengan memberikan alternatif kegiatan yang bermamfaat.

Siapa yang menghafal al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi
pakaian semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan al-Quran.”
(HR. Hakim 1/756 dan dihasankan al-Abani)